Leadership atau kepemimpinan adalah sebuah seni dalam mempengaruhi orang lain atau rakyat untuk bisa mengikuti pemimpinnya secara ikhlas.
Begitu dikatakan calon gubernur DKI Jakarta nomor urut satu, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat berbincang dengan para wartawan di Resto Bunga Rampai, Menteng, Jakarta, Jumat (28/10).
Keikhlasan rakyat untuk mengikuti pemimpinnya, lanjut dia, merupakan perbedaan yang mendasar seorang pemimpin disebut sebagai pemimpin sejati.
"Ikhlas itu yang membedakan mana pemimpin sejati dan mana yang sekadar beratribut sebagai pemimpin. Karena pemimpin sejati itu mampu memenangkan hati rakyatnya," ujarnya.
AHY mengatakan bahwa ketegasan merupakan elemen penting bagi pemimpin. Sebagaimana pengalamannya di dunia militer, AHY menyebut bahwa orang yang ragu-ragu akan cepat mati ditembak musuh.
"Tapi tegas tidak sama dengan kasar.‎ Tegas itu bagaimana kita bisa menjelaskan visi kemudian kita elaborasi dengan misi-misi dan kemudian menjalankan program yang ada secara bersama-sama," sambungnya.
Lebih lanjut, AHY mengaku sering mengoreksi anak buahnya saat di militer. Tapi koreksi itu dilakukan secara internal tanpa dipublikasikan ke publik.
"Kalau ada yang salah saya akan koreksi habis dia, tapi tetap sifatnya internal," pungkas putra sulung Presiden Keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.
[sam]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: