"Sebuah generasi yang harus berani bilang 'kita harus berani berubah!'. Bukan generasi penonton yang pandai mengkritisi tapi tidak memberi solusi," ujarnya saat berbincang dengan para wartawan di Resto Bunga Rampai, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (28/10).
AHY menjabarkan, generasi muda merupakan generasi yang paling aktif melakukan perubahan.‎ Untuk itu, AHY mengimbau agar aspirasi anak muda bisa disalurkan dan diakomodasi dengan baik oleh pemerintah. Karena jika tidak diakomodasi dengan baik, maka pemikiran kawula muda itu bisa menjurus ke arah yang destruktif, frustasi, dan perbuatan tindak kekerasan.
"Yang ada mereka akan meninggalkan nilai-nilai luhur Pancasila," sambung putra sulung Presiden Keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.
Lebih lanjut, AHY mencontohkan revolusi di negara-negara Arab atau yang lebih dikenal sebagai Arab Spring ‎sebagai contoh tidak tersalurnya aspirasi generasi muda. Dalam kasus ini, para pemuda yang frustasi karena situasi yang sulit di negaranya berkumpul untuk melakukan revolusi menggulingkan pemimpinnya.
"Jadi jangan underestimate with young generation. Tapi (generasi muda) juga jangan kedepankan idealisme yang utopis tanpa mau tahu keadaan riil negaranya," pungkasnya.
[sam]
BERITA TERKAIT: