HARI SUMPAH PEMUDA

Semangat Sumpah Pemuda Akan Terus Menjadi Perekat Perbedaan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Jumat, 28 Oktober 2016, 10:43 WIB
Semangat Sumpah Pemuda Akan Terus Menjadi Perekat Perbedaan
Setya Novanto/Net
rmol news logo . Bertepatan dengan 28 Oktober, hari ini, Jumat (28/10), Bangsa Indonesia memperingati momen bersejarah Hari Sumpah Pemuda. Tepat 88 tahun yang lalu, kesatuan tanah air, bangsa dan bahasa digemakan ke seluruh penjuru nusantara.

"Gema tersebut menggelora dan menjadi inspirasi bagi gerakan Indonesia Merdeka. Indonesia yang kita saksikan saat ini adalah Indonesia yang lahir dari momen tersebut, momen Sumpah Pemuda," kata Ketua Umum DPP Partai Golkar, Setya Novanto dalam keterangan resminya, Jumat (28/10).

Tentu saja, semangat yang mendasari persatuan dan kesatuan kala itu tidak terlepas dari kehendak bersama untuk menikmati kemerdekaan dan kelepasan dari belenggu penjajah.

"Hari ini inspirasi Sumpah Pemuda kembali mengetuk hati dan pikiran kita. Meski peristiwa telah berlalu, namun semangat persatuan dan kesatuan tetap hidup," ujar Novanto.

Di tengah tantangan dan dinamika kehidupan berbangsa dan negara, sebut anggota DPR itu, semangat Sumpah Pemuda sangatlah relevan. Kita ditantang untuk bahu membahu, bekerja sama dan menyatukan tekad dan kekuatan untuk mewujudkan Indonesia yang lebih sejahtera, adil dan makmur.

"Kita ditantang untuk menyatukan seluruh komponen bangsa dari ancaman perpecahan yang disebabkan perbedaan suku, agama maupun ras," ucap Novanto.

Lanjut Novanto, kita pun ditantang untuk senantiasa mampu memperkuat rasa persaudaraan kebangsaan dari ancaman kebencian, permusuhan antar sesama anak bangsa.

"Kita pun masih ditantang untuk menumbuhkembangkan rasa nasionalisme kebangsaan dalam mengantisipasi radikalisme yang tidak usai menghantui kehidupan kita," imbuhnya.

Sejarah yang telah diukir oleh para pendahulu adalah inspirasi bagi generasi masa depan. Meraih kemerdekaan, mengisi dan mempertahankannya adalah tugas yang tidaklah ringan. Persatuan dan kesatuan adalah kunci keberhasilan. Perbedaan suku, agama, bahasa dan ras adalah sumber kekuatan. Sebut Novanto, kita disatukan oleh rasa yang sama, rasa kebangsaan Indonesia.

Ketum Golkar itu menambahkan, semangat Sumpah Pemuda akan terus menjadi perekat perbedaan, penyatu kekuatan dan pembangun soliditas dan kebersamaan sebagai anak bangsa yang bertanah air satu, tanah air Indonesia, berbahasa satu Bahasa Indonesia, berbahasa satu Bahasa Indonesia.

"Masa depan Indonesia saat ini ditentukan oleh generasi muda yang mengisi kemerdekaan di berbagai bidang. Mereka yang aktif berkontribusi positif sesuai dengan profesionalisme dan keahliannya," tukas Novanto. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA