
. Pemilihan Gubernur DKI Jakarta seperti promotor tinju. Sebab ada backing Amerika Serikat (AS) dan juga ada
backing China, sebagaimana tafsir gambar harian
Rakyat Merdeka.
Demikian disampaikan tokoh nasinal Rachmawati Soekarnoputri. Namun demikian, Rachma memastikan, bahwa rakyat sudah tahu semua hal, yang bukan saha terjadi dalam Pilkada, melainkan juga dalam Pilpres. Dalam Pilpres ada
backing dua raksasa imperialis yang sudah bertarung memperebutkan lahan Indonesia.
"Mereka menjadikan
state-actor sebagai pion pertarungan kelas berat, dua raksasa tersebut. Lalu dimana posisi kedaulatan bangsa?" kata Rachma beberapa saat lalu (Kamis, 27/10).
Posisi Indonesia, jelas Rachma, memang sudah tergadai sejak Orde Baru sampai dengan 2003 ketika Presiden Megawati mengamandemen UUD 1945 dan lanjut dengan Inpres 8 yang melegalkan pelaku korupsi BLBI lewat Surat Keterangan Lunas bagi para obligor. Hal ini kemudian mereka menjadikan mereka sebagai buffer zone kebijakan penguasa.
"Inilah awal hancurnya Pancasila dan Trisakti Bung Karno. Waspadalah pilkada adalah pintu masuknya liberalisme yang akan menghancurkan Sumpah Pemuda dan NKRI," demikian Rachma. [ysa]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: