"Suasana silaturrahmi penuh keakraban dan layaknya anak dan orang tua. Tidak seperti yang dipersepsikan orang selama ini," kata Nusron Wahid.
Dijelaskan Nusron, dalam pertemuan silaturrahmi itu didiskusikan soal dinamika politik.
"Kalau ada perbedaan itu biasa dalam NU. Silaturrahmi dan ukhuwwah Nahdliyyah tidak pernah putus. Inilah indahnya
sowan," tukas Nusron.
Pertemuan dengan suasana keakraban dan cair itu, lanjut Nusron, menunjukkan bahwa berbeda itu biasa. Jangankan dalam pilihan politik, dalam ibadah juga banyak hal berbeda dan khilafiyyah. Tidak pernah ribut.
"Kata beliau: saya juga tidak sepakat kalau ada aksi di jalan. Beliau juga menghargai pilihan dan sikap saya," ujar Nusron.
Dalam silaturrahmi dengan KH Ma'ruf Amin ini, lanjut Nusron, merupakan pelajaran buat semuanya pada dewasa dalam menghadapi perbedaan.
"Pagi ini beliau kasih tauladan kepada saya. Indahnya. Kenapa
kok orang lain menganggap ribut? Pasti yang meributkan bukan orang NU," demikian Nusron.
[ysa]
BERITA TERKAIT: