Dalam acara serah terima jabatan dengan Plt. Menteri ESDM, Luhut Panjaitan, di kantor Kementerian ESDM, Jonan yang didampingi Wakil Menteri ESDM yang juga baru, Arcandra Tahar, menegaskan bahwa tujuan besar Kementerian ESDM adalah menyediakan sumber energi yang terkandung di dalam tanah Indonesia sebesar-besarnya untuk kebaikan rakyat.
Capacity building menjadi salah satu fokus Jonan di hari-hari mendatang. Mantan Menteri Perhubungan ini meminta jajarannya untuk bekerja dengan maksimal. Sebagai kementerian teknis, dia meminta semua pegawai Kementerian ESDM harus bekerja sesuai bidang yang dikuasai.
Untuk pembangunan sektor migas, ia cenderung ingin pembangunan yang inklusif atau terbuka bagi masyarakat. Contohnya, kilang gas di Arun dan Bontang yang tertutup bagi masyarakat sekitar. Hal tersebut tidak boleh lagi terjadi ke depan khususnya dalam pembangunan Blok Masela dan East Natuna.
"Pembangunan yang tidak melibatkan masyarakat sudah ketinggalan zaman. Blok Masela misalnya, masyarakat harus dilibatkan," ucap Jonan saat memberikan pidato sebelum serah terima jabatan di gedung Menteri ESDM, Jalan M.H. Thamrin, Jakarta, Senin (17/10).
Jonan menyadari, tugas besar lainnya sebagai Menteri ESDM adalah proyek listrik 35 GW, semua isu terkait Freeport, Newmont, revisi Peraturan Pemerintah 79/2010, dan revisi UU Minerba.
Johan berkomitmen untuk membawa perubahan di Kementerian ESDM seperti halnya membawa perubahan pada dua instansi besar yang pernah dipimpinnya, PT KAI dan Kementerian Perhubungan.
"Kita cari yang paling efektif dan efesien untuk rakyat. Saya pernah mengubah sesuatu, di sektor kereta api contohnya. Yang paling penting itu, pelayanan untuk customer-nya (masyarakat). Apa maunya mereka?" kata Jonan.
Ia juga memaklumi jika nantinya banyak orang di Kementerian ESDM dan di luar pemerintahan yang meragukan kapasitasnya di bidang energi dan sumber daya mineral.
"Modal saya cuma satu saat ini, mantan menteri," ucap Jonan dengan nada canda.
[ald]
BERITA TERKAIT: