Batang idat merah pucuknya
Apalah tanda orang beradat
Orang beradat tinggi marwahnya.
Pantun itu disampaikan DR Dato' Seri Radindo H Ibnuhajar Mustafa dari Lembaga Adat Melayu (LAM) Negeri Serumpun Sebalai Bangka Belitung, menanggapi pernyataan tokoh nasional Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang mengidentikan prilaku sikap kasar, bahasa jorok dan tindakan bengis, Gubernur Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok) sebagai identik dengan kebiasaan orang Bangka Belitung.
Mustafa mengatakan, LAM Negeri Serumpun Sebalai Bangka Belitung sangat kecewa atas pernyataan Megawati itu.
"Anak kalimat Ibu Megawati 'kalau nggak begitu (mulut kotor, kasar dan bengis), namanya Ahok bukan orang Bangka" sungguh sebuah pernyataan yang menggeneralisasikan orang Bangka berperangai buruk seperti yang dipertontonkan Saudara Ahok: tidak beradat!" kata dia dalam keterangan terulisnya, Rabu (13/10).
Menurut Mustafa, pernyataan Megawati itu sangat melukai hati seluruh masyarakat Bangka Belitung yang mayoritas pribumi Melayu, yang berpegang teguh pada 'adat bersendikan syara', syara' bersendikan kitabullah' - dengan jatidiri Melayu yang bijaksana, ramah tamah, bertutur kata tak terkira, menyanggah dengan senyum, marahnya dengan diam, kurang ajarpun tetap santun, menikam lawan dengan pantun.
"Saudara Ahok, benar kelahiran Belitung, tapi jauh dari adab, adat dan nilai-nilai kesantunan Melayu Babel. Janganlah 'karena nila setitik, rusak susu sebelanga'," ungkapnya.
Mustafa pun berharap Megawati yang juga Presiden Kelima RI itu menginsyafi bahwa ucapan dan tindakannya berkenaan dengan isu Ahok, mengandung kekeliruan yang patal.
"Kami berharap Ibu Megawati, putri kandung dari
Allahyarham Haji Soekarno yang menyatu dengan ruh menumbing paku aras Pulau Bangka, berani jujur meralat ucapannyanya, demi kehormatan rakyat Bangka Belitung serta bagi persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia," imbuhnya.
Saat akan menutup komenarnya, Mustafa kembali melantunkan sebuah pantun.
Buah duku bukanlah langsat
Mangga asam berserakan di jalan
Sebelum jauh langkah ..tersesat
Pulanglah Ibu Mega ke awal jalan....Sebelumnya, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengku bisa memaklumi karakter Ahok yang ceplas-ceplos saat memberi pernyataan. "Banyak orang memberikan sentimen emosional, 'Pak Ahok itu mulutnya agak kelewatan'," kata Megawati di Blitar, Jawa Timur, Senin lalu (10/10).
Megawati bahkan telah menyampaikan kepada Presiden Jokowi agar memberi permakluman terhadap karakter Ahok. Soalnya, lanjut Megawati, karakter orang Bangka memang dikenal lugas. Pembawaan Ahok itu tentu berbeda dengan orang Jawa yang lembut. "Saya bilang pada tingkat Presiden, ya Ahok kalau mulutnya tidak begitu, ya dia bukan orang Bangka," sebut dia.
[rus]
BERITA TERKAIT: