Anggota DPD dari Kepulauan Riau (Kepri), Djasarmen Purba menilai, tiga senator dari wilayah barat, yakni Palindungan Purba (Sumatera Utara), Ahmad Kanedi (Bengkulu), dan Andi Surya (Lampung) berpeluang besar menggantikan Irman. Namun, ia enggan mengungkap nama yang berpotensi besar memenangkan pertarungan tersebut.
"Soal siapa yang akan meÂnang, saya nggak biaa memÂprediksi. Kepastiannya, akan diputuskan, Senin (10/10), setelah 32 anggota dari wilayah barat menggelar rapat konsoliÂdasi. Jadi, kita lihat saja nanti," ujar Djasermen di Gedung DPD, Jakarta, kemarin.
Dalam rapat konsolidasi itu, lanjut dia, seluruh anggota DPD dari wilayah barat akan berembuk untuk menetapkan nama calon pengganti Irman. Dengan begitu, sidang paripurna luar biasa, Selasa (11/10), hanya mengesahkan tanpa melakukan pemilihan oleh 131 anggota DPD.
"Kalau yang disepakati lebih dari satu nama, kami akan melakukan pemilihan melaÂlui paripurna luar biasa. Tapi, kami akan berusaha keras untuk musyawarah mufakat," tegas dia.
Djasarmen juga memprediksi, sidang paripurna luar biasa nanti akan berlangsung sengit. Sebab, dalam rapat itu akan terjadi dua kali pemilihan, yakni pemilihan pengganti Irman, dan pemiÂlihan Ketua DPD. "Apakah si X, Farouk Muhammad, atau GKR Hemas, kita lihat nanti," tandasnya.
Terpisah, Anggota DPD asal Sumatera Utara, Parlindungan Purba menanggapi santai waÂcana tersebut. Ia mengaku berÂterimakasih kepada personil DPD yang mendorongnya maju di pemilihan nanti.
"Pemimpin itu bukan penguasa, tapi pelayan. Pimpinan DPD mesti menyelami keinginan seluruh senator. Yang paling penting, kita bawa agar lembaga ini bermanfaat bagi orang banyak," ujar dia.
Ditanya soal dukungan, Ketua Komite II itu tak mau gegabah. Menurutnya, dirinya hanya berusaha memberikan yang terbaik. "Ya, sejauh ini sudah jalan," katanya sambil tertawa.
Anggota Komite I DPD, Abdul Azis Khafia berharap, pengganti Irman harus mampu mengkonsolidasikan semua anggota. Selain itu, kata dia, pimpinan ke depan juga harus mampu membangun komunikaÂsi yang efektif di luar institusi DPD. "DPD butuh calon yang berani melakukan terobosan dan kreatif me-manage lemÂbaga," tegasnya. ***
BERITA TERKAIT: