Menurutnya, jika Partai Golkar menempatkan pria yang sempat tersandung kasus "Papa minta saham" itu sebagai Ketua DPR, maka tentu akan sulit diterima oleh masyarakat luas.
"Wacana ini tidak diterima oleh rakyat, kenapa ini bukan persoalan dibersihkan namanya oleh MKD, tapi dia mengundurkan diri pada saat dia menjadi ketua DPR waktu itu, karena dia merasa masyarakat tidak mendukungnya," ujarnya ketika ditemui di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (5/10).
Nah, untuk itu menurut anak buah Surya Paloh ini, harus diuji lagi apakah saat ini wacana kembalinya Novanto di tampuk pimpinan DPR RI itu mendapat dukungan masyarakat atau tidak.
Namun demikian, dia seakan yakin bahwa masyarakat Indonesia kebanyakan tidak akan mendukung wacana tersebut dengan menghimbau Novanto maupun Golkar untuk membuang jauh-jauh pemikiran tersebut. Sebab menurutnya masyarakat akan melihat persoalan tersebut dari segi etika dan rasa keadilan masyarakat itu sendiri.
"Hapus saja pikiran untuk keinginan kembali ke posisi tersebut. Ini untuk menjaga bersama-sama lembaga ini. Jadi jagan ada berpikir seperti itu, sekarang Indonesia sudah cukup baik," ketusnya.
Dia mengakui bahwa urusan kembali atau tidaknya Novanto sebagai Ketua DPR RI sepenuhnya merupakan kewenangan Partai Golkar, namun dia yakin bahwa kembalinya Novanto akan menjadikan Senayan terpecah.
"Akan terjadi perpecahan di DPR. Tetapi itu memang persoalan di Golkar, tetapi implikasinya ke DPR nantinya," bebernya.
[ysa]
BERITA TERKAIT: