Pengusung slogam "Membangun Jakarta dengan Asyik" ini menjabarkan bahwa Indonesia adalah negara yang paling hebat soal seni di antara 10 negara ASEAN. Sehingga penting bagi Jakarta untuk‎ menjadi representasi pusat kesenian negara.
"Jadi kalau penduduk Indonesia mau tahu soal keseniannya, harusnya tempatnya di Jakarta. Tapi yang ada sekarang kan mall doang," urai ekonom senior itu usai melihat-lihat koleksi ribuan film Indonesia berbentuk kepingan-kepingan pita film‎, Rabu (14/9).
Rizal yang sudah mendapat dukungan dari PAN bercita-cita mengubah Jakarta menjadi pusat kebudayaan. Sehingga generasi muda Indonesia memiliki heritage atau warisan budaya yang bisa mereka nikmati. Menambah lebih banyak lagi patung-patung, pusat seni, dan perawatan arsip film maupun kesenian lain akan menjadi fokus Rizal Ramli dalam mewujudkan mimpi itu.
Terlebih, lanjut Rizal, Jakarta adalah provinsi terkaya dengan pendapatan Rp 70 triliun pertahun. Sehingga sangat memungkinkan untuk mewujudkan mimpi tersebut.
"Kita bangun ruangnya, bangun jiwanya, baru bangun badannya. Jangan bangun bangunan fisik yang unculture," sambung mantan Menko Maritim dan Sumber Daya itu.
Dalam kunjungan ini, Rizal Ramli disambut oleh ‎Kepala Sinematek Indonesia Adisurya Abdy dan Ketua Umum Gabungan Perusahaan Bioskop Seluruh Indonesia‎‎ Djonny Syafruddin.
[sam]
BERITA TERKAIT: