Pria kelahiran Padang tahun 1970 yang mendapatkan gelar doktor dari Texas A&M University tahun 2001 itu misalnya, termasuk yang dipanggil khusus oleh Presiden Jokowi ketika terjadi perdebatan hangat mengenai lokasi pembangunan kilang migas Blok Masela di Maluku, beberapa waktu lalu.
Menteri ESDM ketika itu, Sudirman Said, sudah memutuskan pembangunan kilang migas Blok Masela di lepas pantai (
off shore), sejalan dengan keinginan Inpex dan Shell yang menguasai blok Masela.
Tetapi setelah mendengarkan penjelasan Arcandra Tahar secara langsung, Presiden Jokowi semakin yakin bahwa pembangunan kilang migas di daratan (
on shore) jauh lebih memberikan manfaat jangka panjang untuk perekonomian nasional.
"Arcandra, yang memiliki latarbelakang yang kuat di bidang rekayasa lepas pantai laut dalam (
offshore deep-water engineering) dipercaya mempengaruhi perubahan kebijakan Jokowi ke arah pendekatan tradisional," tulis jurnalis
Forbes, Damon Evans, dalam artikel di
Forbes.Com.
Evans mengatakan, hampir dapat dipastikan Presiden Jokowi akan kembali menempatkan Arcandra pada posisi Menteri ESDM.
Evans juga mendengarkan pendapat anggota DPR RI dari Partai Nasdem, DR. Kurtubi, yang mengatakan sebaiknya Arcandra dilantik sebagai Menteri ESDM pada pertengahan September ini.
Di dalam tulisannya, Evans memberi sinyal kuat bahwa sosok Menteri ESDM seperti Arcandra mampu mendorong pertumbuhan sektor migas nasional. Walaupun di sisi lain, kebijakan ini tentu mengkhawatirkan perusahaan-perusahaan minyak asing yang beroperasi di Indonesia.
[dem]
BERITA TERKAIT: