Demikian disampaikan tokoh nasional yang juga pendiri Yayasan Pendidikan Soekarno, Rachmawati Soekarnoputri, dalam keterangan beberapa saat lalu (Senin, 15/8).
Masalah ini, tegas Rachma, tentu saja bukan persoalan main-main atau dianggap seperti sepele. Dengan kasus ini, harus kembali dipertanyakan siapa jatidiri Jokowi yang sesungguhnya.
"sudah terlalu banyak error dalam perilaku menyangkut kebijakannya. Dari mulai salah tanda tangan subsidi mobil DPR, salah menyebut tempat lahir Bung Karno, dan belum lagi kebohongan-kebohongan publik yang amat sering dilakukan. Terakhir logo 71 tahun kemerdekaan RI mirip dengan logo U.S ARMY 71st Infantry Division," jelas Rachma.
Ha ini, sambung Rachma, jelas menyinggung harga diri bangsa Indonesia. Karena itu, patut dipertanyakan kredibilitas Jokowi dalam memimpin Indonesia. Ironisnya, di tangan Jokowi, setelah 71 tahun Indonesia merdeka, seakan-akan kembali ketika belum merdeka.
"Padahal kata Bung Karno revolusi Indonesia adalah
a summing up of many revolution in one generation. Ini malah mundur ke titik nadir," sesal Rachma.
[ysa]