"Sejak awal saya sampaikan kelemahan Ahok adalah 'menilai diri melebihi harga kurs'. Implikasi akan melihat orang tidak lebih baik dari dia," kata Direktur Eksekutif Pusat Kajian (Pusaka) Trisakti, Fahmi Habsee, di Jakarta, Jumat siang (12/8).
Menurut Fahmi, yang merupakan intelektual PDI Perjuangan, Ahok harus belajar pada Pilgub DKI 2012 yang sangat jelas konfigurasi primodialnya. Bahwa Gubernur harus berasal dari Jawa atau Sunda karena mayoritas pemilih penduduk Jakarta itulah, sehingga Fauzi Bowo yang mengandalkan dukungan etnis Betawi tidak maksimal memenangkan.
"Coba kalau 2012 PDIP ajukan Ahok-Jokowi? Pasti kalah," tegas Fahmi.
Fahmi menganalisa, 70 persen etnis Tionghoa yang berada di Jakarta itu biasanya dari daerah Sumatera dan Kalimantan yang berdagang dan berbisnis dari nol merantau ke Jakarta .
"Etnis Tionghoa yang sudah seattle(sukses) bisnis di daerah Jawa cenderung tidak mau tinggal di Jakarta. Makanya menempatkan Ahok dari Babel menjadi cawagub Jokowi saat pilgub 2012 sudah tepat," ujar fungsionaris Badiklat PDIP ini.
Nah sekarang, tegas Fahmi, Ahok blunder dengan menyerang kinerja Risma selaku Walikota Surabaya. Itu sama saja dengan Ahok memancing serangan primodial (kedaerahan) kepada saudara-saudara dari Jawa Timur dan Jawa Tengah yang tinggal di Jakarta.
"Mereka seideologi dan sejalan dengan prinsip kerakyatan yg ditampilkan Risma selama ini di daerah kampung halamannya. Saran saya Ahok persiapkan diri saja jadi cagub Bangka Belitung. Belajar dan meniru pola komunikasi pemimpin-pemimpin daerah yang ada," demikian Fahmi.
[ysa]