Penetapan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila, dilakukan Jokowi ketika menyampaikan sambutan pada Peringatan Pidato Bung Karno 1 Juni 1945, di Bandung, Jawa Barat, Rabu (1/6). Pada kesempatan tersebut, Jokowi langsung menandatangani SK penetapan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila.
Dalam sambutannya, Jokowi antara lain mengatakan, saat berkunjung dan berdialog dengan pimpinan negara mulai dari Amerika, Eropa, Afrika, hingga Asia, dia menemukan berbagai kekhawatiran para pemimpin negara-negara tersebut. Mereka was-was terhadap keberagaman yang mereka miliki. Mereka juga khawatir terhadap persatuan bangsanya yang kian renggang.
Para pemimpin ngara, itu menurut Jokowi tengah galau karena keteriban negaranya terganggu. Mereka juga resah akibat maraknya terorisme. Para pemimpin negara maju juga tengah galau untuk mencari solusi bagi keberagaman mereka yang mengalami kerenggangan.
"Saya jadi semakin yakin, bersyukur dan merasa bangga menjadi bangsa yang memiliki Pancasil. Pancasila menjadikan kita merasa aman, tidak khawatir, seperti yang dirasakan bangsa-bangsa lain di dunia", kata Jokowi menambahkan.
Pancasila yang dimiliki Indonesia, kata Jokowi sangat cocok dijadikan model bagi negara-negara lain. Karena Pancasila terbukti membuat persatuan Indonesia tetap terjaga. Pancasila juga menjadi sebab keberagaman Indonesia, utuh dan tidak terpecah belah. Karena itu Indonesia harus yakin menjadi bangsa besar, dan juga bangsa pemenang.
"Tak ada keraguan di hati saya menetapkan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila, dan hari libur agar kita selalu memperingati Hari Lahir Pancasila," ungkap Kepala Negara.
[wid]
BERITA TERKAIT: