"Sebaiknya sesuai agenda yang sudah disepakati, tidak perlu terburu-buru. Jangan dipaksakan sebelum waktunya," kata dia kepada wartawan di Nusa Dua, Bali, Minggu (15/5).
Agung mengingatkan pemilihan Caketum Golkar harus sesuai tata tertib Munaslub yang berbasis AD/ART partai. Semua tahapan harus diikuti, diawali dengan voting tertutup.
"Mekanismenya ada dua tahapan. Tahapan pertama semuanya tertutup, setelah proses penjaringan kemarin, sosialiasi, dan kampanye selesai, nanti tahapan untuk pendukungan dulu siapa yang di atas 30 persen bisa masuk ke gelombang kedua ke tahap pemilihan," sebut Agung.
Barulah jika memang ada calon yang sangat kuat mungkin caketum tersebut bisa ditetapkan secara aklamasi. Itu pun, lanjut mantan Ketua DPR ini, ada prosedur yang harus diikuti.
"Bilamana hanya satu, otomatis itu yang jadi Ketum Golkar. Bilamana ada dua di atas 30 persen, dua-duanya dipertandingkan. Semuanya harus terbuka, terbuka artinya dilihat tidak boleh diam-diam," tegas Agung.
[rus]
BERITA TERKAIT: