"Oleh teman-teman DPD, Aziz dipandang sebagai tokoh intelektual muda Golkar yang berpotensi besar menjadi Ketum Golkar. Bekas lawyer ini sosok yang
clean and clear sehingga cocok memimpin Golkar ke depan," kata Wakil Sekjen Golkar versi Munas Bali, Muntazir Hamid kepada wartawan di Jakarta, Minggu (24/4).
Dikatakan Muntazir, sesuai amanah Wapres Jusuf Kalla, Ketum Golkar ke depan harus orang-orang yang bersih, tidak punya indikasi korupsi atau masalah hukum lainnya. Para kader Golkar di daerah menginginkan, Ketum Golkar terpilih adalah tokoh yang benar-benar tidak punya masalah, karena kalau bermasalah, maka setelah terpilih, maka perkaranya langsung diungkit-ungkin selanjutnya diproses hukum sehingga itu sama saja dengan mengubur Golkar hidup-hidup.
"Teman-teman juga sangat menghormati pesan Pak BJ Habibie (mantan presiden/sesepuh Golkar) bahwa Golkar harus memberi kesempatan kepada kader-kader muda yang cerdas dan cakap untuk jadi ketua umum. Di benak teman-teman, Aziz memenuhi syarat apa yang dipesankan Pak JK dan Pak Habibie," ujar Muntazir. Untuk diketahui, saat ini Aziz baru berusia 45 tahun.
Muntazir yang juga bekas Ketua Forum Komunikasi DPD I Golkar se-Indonesia yakin kalau Aziz mempunyai elektibilitas yang tinggi dan semangat untuk mengabdi kepada Golkar secara total.
"Kita lihat, Aziz itu organisatoris, bukan pengusaha yang banyak kepentingan. Ketika juga mencatat, ketika terjadi dualisme kepengurusan di Golkar, Aziz punya peran yang besar untuk membela Golkar," tegas Muntazir.
Politisi Golkar asal Aceh ini berharap, agar para pengurus Golkar tingkat II tidak usah takut terhadap intimidasi yang dilakukan oleh pimpinan DPD-DPD Golkar tingkat I agar menjauhi Aziz. Muntazir juga menghimbau agar Pimpinan DPD I tidak memaksakan kehendak kepada DPD II.
"Kita berharap teman-teman DPD II tidak takut menghadapi ancaman yang mengebiri demokrasi di Golkar. Kita juga memohon agar Pak Aburizal Bakrie membendung pemaksaan-pemaksaan yang membunuh demokrasi ini," pintanya.
Muntazir pun memastikan bahwa ada beberapa DPD I Golkar yang mulai gencar mengintimidasi dan menggiring DPD II untuk memilih calon tertentu. Ancamannya, kalau para pengurus DPD II tidak mau menuruti kemauannya, maka karier politiknya akan diganjal. Misalnya, DPD I tidak akan memberikan izin kepada DPD II untuk mencalonkan diri sebagai bupati atau walikota.
"Ada beberapa Pimpinan DPD II yang curhat sama saya, bahwa mereka diintimidasi secara halus oleh DPD II agar tidak pilih Aziz Syamsuddin. Jadi, saya hanya menyampaikan apa yang terjadi apa adanya. Soal siapa yang curhat dan DPD I mana yang tebar ancaman, belum saatnya kita buka," tegas Muntazir menambahkan.
[rus]
BERITA TERKAIT: