Politikus PKB Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz mengatakan dorongan kelompok elit itu sangat terkesan menginginkan pos Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi yang diisi kader PKB, Marwan Jafar.
"Kami beberapa hari terakhir menyoroti betul upaya kelompok tertentu yang terus mendorong Presiden Jokowi untuk merombak kabinet. Bahkan upaya itu secara kasat mata ditujukan kepada pos menteri yang diduduki kader PKB," ujar Eem Marhamah kepada wartawan, Rabu (6/4).
Ia menyayangkan upaya kelompok tersebut. Pasalnya, Presiden Jokowi telah menegaskan para elit termasuk para menteri diharapkan tidak membuat kegaduhan.
"Ini kenapa, kok justru pembuat kegaduhan di kabinet ini adalah elit parpol sesama pendukung Presiden Jokowi," kata Eem Marhamah.
Terkait wacana perombakan kabinet, Eem Marhamah yang juga anggota DPR, mempercayakan sepenuhnya kepada Presiden Jokowi sebagai pemegang hak prerogatif.
"Reshuffle ini hak prerogatif Presiden Jokowi. Kami yakin Presiden memiliki pertimbangan yang arif dalam mengganti para menterinya. Soal kader PKB di kabinet, kami nilai masih on the track. Mereka selalu bekerja keras mewujudkan Nawa Cita," tambah dia.
Karena itu dia mengingatkan agar sesama partai politik pendukung Presiden Jokowi tidak saling menjatuhkan terkait rencana perombakan kabinet jilid II.
"Kami hanya heran kenapa ada sekelompok elit yang selalu berusaha menekan Presiden untuk merombak kabinet. Dan itu pun diarahkan kepada kader kami. Upaya ini membuat kesolidan kabinet terpecah," ujar mantan Ketum Kopri PB PMII itu.
Terakhir kembali ditekankan, pihaknya menyerahkan ikhwal reshuffle kabinet sepenuhnya kepada Presiden Jokowi.
"Partai atau siapa pun tidak perlu menekan, mendikte, apalagi memaksa soal resuffle kabinet ini," tukas Eem Marhamah.
[rus]
BERITA TERKAIT: