Diantara kader yang mundur yakni‎ yakni Wakil Ketua DPD Partai Hanura DKI Jakarta bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan, Rahmat HS dan Wakil Ketua Bidang Pembinaan Legislatif dan Eksekutif Bustami Rahawarin.
Secara simbolis, sikap mundur Rahmat dan Bustami dilakukan dengan melepas jaket kebesaran Hanura dan menunjukkan kaos putih bertuliskan "Hati Nurani Sampai Mati, No Ahok!!!" kepada juruwarta pada Minggu (27/3) lalu. Mereka juga menunjukkan surat pengunduran diri yang akan dikirim ke Ketua DPD Hanura Jakarta.
Sejauh ini Ketua Umum Hanura Wiranto belum berkomentar.‎ Tak ada pemberitaan yang memuat pernyataan langsung dari Wiranto. Yang ada hanya pernyataan Ketua DPD Hanura Jakarta Muhammad Ongen Sangaji yang menyebutkan bahwa Wiranto sudah mengetahui kabar mundurnya kader dan tidak mempermasalahkannya.
Dua hari setelah pernyataan sikap dan surat pengunduran diri dikirim kader, Wiranto menunjukkan eksistensinya di dunia maya. Namun bukan terkait mundurnya kader, kicauan Wiranto pagi tadi malah terkait Hari Film Nasional yang biasa diperingati setiap tanggal 30 Maret.
"Selamat hari film nasional," kicau Wiranto di akun Twitter
@wiranto1947.
Wiranto kemudian mengajak semua pihak mendukung kemajuan perfilman nasional.
"Terus dukung dan lindungi film Indonesia yang menjadi kebanggan kita semua," kicau Wiranto lagi.
Kicauan Wiranto tidak mengundang komentar netizen. Lima jam setelah tayang tak ada satupun komentar yang muncul. Hingga berita ini ditampilkan pukul 13.19, status Wiranto disukai 14 kali dan diretweet 9 kali.
[dem]
BERITA TERKAIT: