Bagi Ratna, cuplikan berita berjudul "Ratna Sarumpaet: Kalau Ahok Maju Via Jalur Independen, Saya Rela Menari Bugil di Monas," dibuat dan disebarkan di media sosial oleh orang yang berpikiran sempit merespon ikhtiarnya mengkritisi penyelewengan kekuasaan.
"Saya biasa di
bully (karena) kritik Jokowi, saya juga di
bully kritik Ahok. Tapi untuk yang ini saya kaget, sangat kasar. Ini pendidikan politik buruk banget," kata Ratna kepada
Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (9/3).
Ratna sempat ragu
Tempo.co menayangkan berita tersebut. Setelah ada bantahan dari pihak
Tempo.co, Ratna yakin cuplikan berita itu dibuat dan disebarkan untuk memojokkan dirinya.
Ratna menduga,
bullying ini dilancarkan pendukung Ahok terkait Gerakan Selamatkan Jakarta yang digagasnya bersama sejumlah teman-teman aktivis. Gerakan ini salah satunya fokus mendorong penuntasan kasus korupsi pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras yang diduga kuat melibatkan Ahok.
"Kita juga mau demo non stop dorong penuntasan kasus Sumber Waras. Jadi, ini bentuk kepanikan dari sono (Ahok). Partisipannya dikerahkan," imbuh Ratna.
Meski begitu Ratna menegaskan dirinya tidak takut, berubah sikap, dan berhenti mendorong penuntasan kasus Sumber Waras.
"Saya cuma sedih, Ahok melawan keras ada korupsi dan penyalahgunaan di Sumber Waras. Tapi memang, kalau kita berhadapan dengan orang-orang yang berpikiran sempit, ya seperti itu," tukasnya.
[dem]
BERITA TERKAIT: