Menurut anggota Komisi XI DPR RI ini, putusan MA itu adalah sebagai kado kemenangan Golkar di bulan Muharram. Dan hal inilah yang membuat Misbakhun makin cinta kepada partai berlambang beringin itu.
"Saya makin cinta sama Golkar. Kenapa? Dengan momen Muharram ini, Golkar kembali menyatu," kata Misbakhun di sela-sela acara 'Peduli Anak Yatim Piatu dan Dhuafa Bersama Mukhamad Misbakhun' di Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur (Minggu, 1/11).
Dengan kemenangan ini, Misbakhun berharap Golkar bisa kembali berkarya untuk bangsa Indonesia. Dirinya juga berharap kedua kubu Partai Golkar (Aburizal Bakrie dan Agung Laksono) segera bersatu demi kepentingan rakyat Indonesia.
"Kalau Golkar ini menyatu, insyaAllah negara akan aman," terangnya.
Saat ditanya wartawan mengenai polemik pencopotan baliho ucapan selamat kepada pelaksana tugas Walikota Pasuruan, Misbakhun mengatakan ada pemahaman kurang lengkap terkait pesan pada baliho tersebut. Menurutnya, harus ada koridor tentang ketentuan yang seharusnya ruang itu masih ada. Kalau ruang itu ditutup, sambung dia, maka demokrasi akan mati.
"Saya berbicara tentang demokrasi. Demokrasi yang baik yang sehat untuk pendidikan masyarakat," tegasnya.
Tidak puas dengan sikap Panwas yang mencopot baliho tersebut, Misbakhun akan mengadukan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) di Jakarta.
"Saya akan adukan Panwas ke DKPP. Panwas tidak bisa mengartikan simbol pesan itu dengan pemahaman yang benar," tukas dia lewat rilisnya.
[rus]
BERITA TERKAIT: