Bisa Jadi Wapres JK Bekingi R.J Lino

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Jumat, 30 Oktober 2015, 16:01 WIB
rmol news logo Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli dalam rapat Pansus Pelindo II kemarin (Kamis 29/10) menantang Pansus Pelindo II untuk mengungkap orang atau pihak yang membekingi Direktur Utama PT Pelindo II RJ Lino.

Menanggapi hal itu, politisi PDI Perjuangan yang juga anggota Pansus Pelindo II Junimart Girsang menyebut bahwa orang yang membekingi RJ Lino bukan hanya setingkat menteri, tapi lebih dari itu.

"Siapa yang bekingi? Tentu bukan setingkat menteri lagi, kalau bukan (di atas setingkat menteri) siapa lagi?" ujarnya saat ditemui di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (30/10).

Apakah beking itu sesuai dengan kata Rizal Ramli yang menelepon Kabareskrim kala itu Budi Waseso dari Korea Selatan?

"Ooo, pak JK (Wapres Jusuf Kalla)? Bisa saja (yang diduga beking)," jawabnya.

Junimart mengatakan bahwa Pansus Pelindo II memungkinkan akan memanggil Wapres Jusuf Kalla, jika memang dibutuhkan.

"Presiden saja bisa dipanggil, apalagi wapres. Ini kan untuk kepentingan rakyat," tandasnya.

Sebelumnya, Menko Rizal Ramli mengatakan bahwa RJ Lino memiliki kekuatan yang harus diperhitungkan. Pasalnya, Lino berani terus-terusan melakukan kebohongan publik akan keberhasilannya. Lino bahkan berani melawan Bareskrim Polri, hingga membuat Budi Waseso digeser dari jabatan Kabareskrim.

"Pasti ada bekingnya ini. Dia sampai berani melakukan pembangkangan. (Bekingnya adalah) siapa yang dia telepon saat penggeledehan? Siapa yang jauh-jauh nelpon Kabareskrim dari Korea?" jawab Menteri Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid itu.

Kepada Pansus, Rizal meminta untuk berani mengungkap ke publik beking RJ Lino yang dia maksud.

"Itu tugas Pansus untuk mengungkap beking tersebut," tandasnya.

Sebagaimana diketahui, saat kantornya  digeledah ‎Bareskrim Polri, RJ Lino menghubungi sejumlah menteri. Salah satunya, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) kala itu, Sofyan Djalil.

Sambungan telepon keduanya bahkan diperdengarkan ke hadapan media. Dalam pengaduan itu, RJ Lino berulang kali mengancam akan mengundurkan diri dari Pelindo II.

Sementara Wakil Presiden Jusuf Kalla mengaku pernah menelepon Kabareskrim Polri saat itu Komjen Pol Budi Waseso terkait pengusutan kasus di PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II. Sambungan telepon itu dilakukan saat JK sedang melakukan kunjungan kerja ke Seoul, Korea Selatan.[wid]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA