PKB Tak Mungkin Manfaatkan Menteri Marwan Secara Kotor

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Rabu, 28 Oktober 2015, 11:12 WIB
PKB Tak Mungkin Manfaatkan Menteri Marwan Secara Kotor
lukman edy/net
rmol news logo . Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di MPR, Lukman Edy membantah partainya melakukan 'kontrak politik' dengan calon pendampingan dana desa.

"Saya, Pak Marwan Jafar (Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi) dan PKB dengan upaya yang sistimatis sedang terserang fitnah," kata Lukman yang juga mantan Menteri PDT era SBY itu di Jakarta, Rabu (28/10).

Jelas Lukman, terget utama fitnah ini adalah untuk merusak soliditas PKB hari ini yang dalam kondisi sangat baik. Target lainnya adalah mengganggu kinerja Menteri Marwan yang sedang bekerja keras untuk mensukseskan program pembangunan desa.

"Target yang lebih besar dari oknum ini adalah mengganggu kinerja pemerintahan secara menyeluruh," tegas Wasekjen DPP PKB itu.

Lukman kembali menegaskan soal beredarnya surat yang mengatasnamakan PKB untuk melakukan pungutan liar terhadap calon pendamping desa adalah fitnah. Ini dilakukan oleh orang-orang yang mengganggu PKB dan merusak nama baik Menteri Marwan yang merupakan kader PKB.

Menurutnya, kalaupun ini dilakukan oleh kader PKB di bawah, ini jelas penyimpangan, PKB pasti akan memberi sanksi kepada oknum tersebut. PKB sebagai institusi tidak pernah memerintahkan kader seperti itu, apalagi kemudian mengedarkannya kepada calon pendamping desa. Sambung dia, konsen PKB adalah mensukseskan kerja pembangunan pedesaan, karena sebahagian besar kantong-kantong PKB adalah di pedesaan.

"Menteri Desa Pak Marwan adalah kader PKB, tetapi tidak lantas kita memanfaatkannya secara kotor seperti itu," tukas Lukman. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA