"Dalam situasi nasional yang sedang menghadapi situasi pelemahan ekonomi global yang berimbas langsung pada perekonomian nasional ini, semua pihak harus bersatu padu, bergandeng tangan, mempererat rasa persatuan, kebersamaan untuk menjaga agar situasi politik dalam Pilkada serentak tetap kondusif dan berlangsung aman, jujur dan demokratis," kata Wasekjen DPP Hanura Oktasari Sabil, Senin (19/10).
Okta yang juga Ketua Umum DPP Gerakan Muda Nurani Rakyat mengimbau kepada aparat keamanan khususnya TNI/Polri agar betul-betul netral, tidak berpihak pada salah satu kandidat sehingga proses pilkada berjalan bersih dan tidak menimbulkan riak di masyarakat.
Kehadiran Kapolri dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo pada acara silaturahmi untuk pilkada damai, sebut Okta, menunjukan komitmen yang kuat untuk itu. Aparat di daerah harus bisa mengikutinya.
"Hanura sendiri sesuai arahan ketua umum (Wiranto) telah menginstruksikan kepada kader yang diusung ataupun koalisi parpol agar menjaga pendukungnya tetap damai, tidak destruktif dan menghindari politik uang, kampanye hitam," tegasnya.
Untuk diketahui, pada Sabtu (17/10) kemarin Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan menggelar pertemuan dengan pimpinan partai politik di Borobudur Hotel, Jakarta. Pertemuan antara lain dihadiri Menteri Hukum dan HAM Yasona Laoly, Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, Ketua KPU RI Husni Kamil Malik, Jaksa Agung M Prasetyo, Ketua DPR RI Setyo Novanto, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, Panglima TNI Jend Gatot Nurmantyo, Ketua DKPP Jimly Asshidiqie, dan Kepala BIN Sutiyoso.
Dari Hanura, OKta ikut menghadiri pertemuan.
[dem]
BERITA TERKAIT: