Menurut Wakil Ketua DPR Fadli Zon, sejak dulu krisis ekonomi bermula dari depresiasi rupiah, hingga merambat ke krisis sosial politik dan berlanjut ke krisis kepemimpinan.
Jelas dia, kalau kebijakan sudah banyak yang digulirkan, namun perekonomian belum menunjukkan perbaikan. Maka harus ada evaluasi.
"Apakah kebijakan yang salah atau kepemimpinan?" ujarnya saat ditemui di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (2/10).
Apalagi, tambah Fadli, Presiden Jokowo pernah berjanji ekonomi nasional sudah akan meroket pada September. Namun memasuki Oktober saat ini ekonomi masih stagnan dan terkesan masih menurun.
"Sekarang buktinya apa? Sekarang kita sudah di bulan Oktober, September kemarin yang meroket adalah rupiah semakin lemah," ungkap wakil ketua umum Partai Gerindra ini.
Kalau tidak terbukti, lanjut Fadli, sebaiknya presiden tidak mengucapkan dan menjanjikannya. Paslnya, masyarakat dan pelaku dunia usaha, termasuk investor asing, akan semakin tidak percaya kepada pemerintah Indonesia.
"Ini menumbuhkan ketidakpercayaan dan tidak bisa diandalkan. Jadi, enggak usah dibicarakan dan dijanjikan, dibuktikan saja kapan ekonomi meroket," demikian Fadli.
[ian]
BERITA TERKAIT: