Ini Dua Penyakit DPR yang Sulit Disembuhkan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Jumat, 02 Oktober 2015, 10:16 WIB
Ini Dua Penyakit DPR yang Sulit Disembuhkan
dpr/net
rmol news logo Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) periode 2014 hingga 2019 telah genap berusia satu tahun pada Rabu (1/10) kemarin. Namun sayang, lembaga yang mengatasnamakan rakyat itu belum berperilaku layaknya wakil rakyat.

"Dalam satu tahun ini, perilaku mereka tidak mewakili rakyat," ujar Direktur Center for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi kepada redaksi, Jumat (2/10).

Uchock menambahkan, ada beberapa penyakit yang paling susah disembuhkan di DPR. Seperti penyakit suka jalan-jalan ke luar negeri biar diangap oleh masyarakat International sebagai rakyat kelas bangsawan dan banyak duit.

Hal ini seperti yang dilakukan rombongan dewan beberapa saat yang melakukan kunjungan kerja ke Amerika Serikat. Di sana mereka nampak sedang berada dalam acara jumpa pers kampanye kandidat presiden AS yang juga miliarder negeri Paman Sam, Donald Trump.

Penyakit yang kedua, lanjutnya, sidang-sidang paripurna atau rapat apapun selalu tidak sesuai jadwal. Ini karena anggota dewan sudah banyak yang pikun.

"Ada juga, anggota dewannya kerja hanya absen saja, udah itu keluar dari rapat. Ada juga, absen, tapi orang kok tidak ada iya?" tukas Uchok. [ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA