Anggota Komisi I DPR RI Syaiful Bahri Anshori mengatakan, dengan fakta seperti itu, Indonesia harus punya nilai tawar kepada Pemerintah Arab Saudi.
Menurut Syaiful yang juga Sekretaris Dewan Syuro DPP PKB, jangan karena 'mengemis' penambahan kuota haji, Indonesia dianggap enteng oleh Pemerintah Arab Saudi.
"Masa
maktab (tempat penginapan menuju Ka'bah) jamaah haji Indonesia saja kalah dari Malaysia. Malaysia itu rata-rata 1 km, kita masih ada yang 5 km," ujar Syaiful di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Senin, 28/9).
Ia melihat, diplomasi Pemerintah RI selama ini lemah terhadap Pemerintah Arab Saudi, sehingga apa yang diputuskan oleh negara kerajaan itu, Indonesia memanut saja.
Syaiful menambahkan, ke depan hal ini tidak boleh terjadi lagi. Apalagi, setiap ada musibah di Makkah, seperti jatuhnya alat berat (mobile crane) di arena Ka'bah dan insiden desak-desakan di Mina, jamaah haji Indonesia selalu ada yang jadi korban.
"Ke depan, kita harus punya daya tawar. Kita harus punya positioning yang jelas dan kuat terhadap Pemerintah Arab Saudi," tukas dia.
[dem]
BERITA TERKAIT: