Begitu kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane sebagaimana diberitakan
RMOLJakarta, Jumat (25/9).
"Siapapun Menkumham atau Dirjen Lapasnya tidak akan bisa mengendalikan situasi semacam ini," ujar Neta.
Ia berpendapat, sebaiknya lapas yang dihuni para napi koruptor dan narkoba tidak berada di perkotaan.
"Untuk mengatasi hal ini konsep, lapas perlu diubah total. Lapas tidak berada di kota-kota besar, terutama untuk napi koruptor dan narkoba," jelas Neta.
Selain itu, Neta mengatakan, mental para petugas lapas yang mudah disuap berakibat munculnya perlakuan diskriminasi yang dialami oleh napi berduit atau tidak.
"Keberadaan lapas di perkotaan akan membuat napi berduit menjadi raja dan para sipir gampang 'mengolah' mereka serta gampang menyalahgunakan wewenang untuk mengeruk keuntungan pribadi maupun kelompok. Dengan keberadaan lapas sekarang, tidaklah heran jika sel tahanan bisa dijual hingga puluhan juta rupiah," pungkas Neta.
[ian]
BERITA TERKAIT: