Sudirman yang berpengalaman sebagai pejabat di perusahaan bidang energi kini malah terlihat tidak punya terobosan memaksimalkan manfaat dari sumber daya energi Indonesia yang tak dimiiliki negara lain.
Sudirman pun disebut lebih pantas menjadi jurubicara Wakil Presiden Jusuf Kalla daripada menjadi Menteri ESDM.
"Kalau hanya menjadi jubir Wapres, mundur saja sebagai menteri ESDM. Saya yakin banyak sekali di negara ini orang yang jauh lebih cerdas dari dia soal energi, yang bisa menggantikan dia menjadi menteri," kata Sekretaris Jenderal ProDem, Satyo P. Komeng, kepada wartawan, Rabu (9/9).
Komeng mengatakan, seharusnya Sudirman Said menjadi pendekar energi yang cerdas memanfaatkan keunggulan sumber daya alam yang tidak dimiliki oleh negara lain.
Sudirman juga tak punya ide orisinil menyangkut polemik proyek ambisius pembangkit listrik 35.000 MW. Dia bahkan tidak menghadiri rapat proyek 35.000 MW yang dipimpin langsung Menko Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli. Sudirman Said malah bikin acara sendiri di kantornya.
"Dia selalu
copy paste dari Wapres JK. Kita semua tahu proyek listrik 35.000 MW adalah proyek ambisius Wapres dan hanya akan menjerumuskan negara ke dalam utang yang luar biasa banyak," ujar salah satu eksponen gerakan reformasi ini.
Daripada cuma menambah keributan dalam isu yang tak dipahaminya, Komeng mengajak Sudirman ikut andil mengatasi kerawanan pangan dan kedaulatan pangan. Terlebih saat ini banyak daerah sedang dilanda kekeringan sehingga target produksi padi dan perkebunan tidak terpenuhi.
"Menurut saya sekarang juga Sudirman Said harus mundur dari kursi menteri ESDM," tegasnya.
[ald]
BERITA TERKAIT: