Kepastian itu sebagaimana diungkapkan Ketua Umum PAN Zukifli Hasan saat ditemui di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta (Selasa, 11/8).
"Kami akan usung lagi calon. Yaitu mantan Sekda (Sekretaris Daerah) Surabaya berpasangan dengan calon walikota yang kemarin (Dhimam Abror), yang tadinya jadi calon walikota sekarang jadi wakilnya," ujarnya.
Lebih lanjut, ketua MPR RI ini mengaku terkejut saat calon wakil Walikota Surabaya Harries Purwoko tiba-tiba kabur saat mendaftar ke KPU. Harries Purwoko kabur, menurutnya, lantaran diolok-olok bahwa dia hanyalah calon boneka di Surabaya.
Atas insiden itu, Zulkifli meminta pemerintah untuk tidak menyalahkan partai politik jika di beberapa daerah terjadi calon tunggal. Pasalnya, parpol telah berusaha dan mencalonkan calon kepala daerah.
"Kalau kemarin kami sudah daftar tapi calonnya dikata-katain boneka bagaimana? Kamu sudah berusaha mencalonkan tapi kalau begitu bagaimana? Jangan salahkan parpol kalau begitu," imbuhnya.
Zulkifli mengusulkan agar Undang-Undang Pilkada direvisi guna mengantisipasi calon tunggal. Menurutnya, merupakan sebuah beban bagi parpol untuk mencari figur lain selain calon petahana yang kuat di daerah.
"Undang-undangnya menurut saya harus disempurnakan. Kalau calonnya kuat, populer dan rakyat suka sehingga kemungkinan menangnya 90 persen kan enggak ada yang mau maju," tuturnya.
[rus]
BERITA TERKAIT: