Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan dan kenyamanan jemaah haji sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.
Program ini berjalan seiring pelepasan jemaah haji kloter pertama Embarkasi Surabaya, yang menandai dimulainya penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M. Kehadiran fasilitas yang lebih memadai menjadi faktor penting dalam memberikan pengalaman awal yang baik bagi jemaah.
Anggota Badan Pelaksana BPKH, Hary Alexander, menegaskan Dana Abadi Umat dimanfaatkan untuk kepentingan umat, termasuk perbaikan fasilitas asrama haji.
“Renovasi ini mencakup perbaikan kamar yang rusak berat, perbaikan plafon yang rawan ambruk akibat rayap, serta penggantian toilet menjadi ramah lansia,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala UPT Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Fentin Istifa’iyah, menyebut kondisi gedung yang telah berdiri sejak 1970-an memang membutuhkan perawatan menyeluruh.
“Beberapa bagian memerlukan perawatan, mulai dari kerusakan ringan hingga berat,” katanya.
Melalui program ini, BPKH menegaskan perannya tidak hanya dalam pengelolaan dana, tetapi juga memastikan layanan haji semakin aman, nyaman, dan berkelanjutan bagi jemaah.
BERITA TERKAIT: