Perlu Tata Kelola Air dan Alam untuk Atasi Kekeringan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Selasa, 28 Juli 2015, 14:45 WIB
Perlu Tata Kelola Air dan Alam untuk Atasi Kekeringan
rmol news logo Bencana kekeringan yang melanda sejumlah desa di Indonesia, menjadi perhatian serius Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa).  Kekeringan akan mengakibatkan terjadinya rawan pangan di desa-desa.

"Sejak beberapa bulan terakhir ini, saya terus memantau dan mengevaluasi dampak kekeringan yang terjadi di seluruh desa. Jajaran kementerian yang saya pimpin, diinstruksikan agar segera memberikan laporan terperinci desa-desa yang terkena dampak kekeringan dan mencari tahu solusi untuk mengatasinya," ujar Menteri Desa, Marwan Jafar, dalam keterangan pers yang dikirim Humas Kementerian kepada redaksi, Selasa (28/7).

Selain memantau secara internal, Menteri Marwan juga memerintahkan agar segera melakukan koordinasi dengan kementerian terkait lainnya sebab persoalan bencana kekeringan di Indonesia, perlu kerja sama lintas kementerian. Misalnya dengan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup terkait tata kelola alam. Kemudian Kementerian Pertanian terkait lahan pertanian.

"Saya yakin masyarakat kawasan tertinggal dan juga yang berada di pemukiman transmigrasi pasti sangat memerlukan bantuan akibat kekeringan tersebut," ujar Menteri Marwan.

Dari hasil laporan sementara yang diterima melalui sosial media, pemberitaan media, call center dan informasi masyarakat yang menyampaikan langsung ke selulernya pribadinya, Marwan Jafar mengatakan, ada daerah kekeringan yang disebabkan oleh tata kelola air yang dimonopoli oleh industri.

"Selain itu, ada juga yang disebabkan oleh tata kelola alam sehingga berdampak tidak berfungsinya serapan air," ujarnya.

"Hampir setiap hari saya menerima ratusan SMS (pesan pendek) yang masuk ke seluler pribadi, call center, bahkan sosmed di akun  pribadi dan kementerian. Aspirasi masyarakat dari penjuru negeri ini, saya langsung segera dicari tahu kebenarannya. Jika memang sangat perlu direspon, saya sarankan segera cari solusi dan ambil keputusan yang tepat," ujar Menteri Marwan.

Kebijakan tata kelola air dan alam, Kata Menteri Marwan, merupakan solusi jangka panjang yang sudah harus dipikirkan sejak sekarang. Agar di masa mendatang bencana kekeringan sudah bisa diminimalisir.

"Kalau untuk saat ini, saya menyarankan agar segera dimaksimalkan penerapan irigasi, pompa-pompa air, dan memanfaatkan sumber-sumber mata air," ujarnya.

Tidak perlu jauh-jauh mengambil contoh kekeringan, kata Menteri Marwan, di Kabupaten Bekasi saja sejumlah warga sudah mengeluhkan sumur warga dan pertaniannya  mulai terancam kering. Dia sudah bisa menduga sejak awal menjadi Menteri, dan kemudian melihat dan mendengarkan langsung keluhan warga.

"Kawasan-kawasan Industri setempat memungkinkan menyedot air tanah untuk menjalankan produksinya. Sehingga air tanah warga untuk kebutuhan rumah tangga dan pertaniannya tidak lagi terpenuhi. Ini yang saya maksud perlunya tata kelola air antara industri dengan  hajat hidup masyarakat yang juga punya hak memanfaatkan air," ujar Menteri Marwan.[dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA