"Kesiapan kita sebagai negara ASEAN terbesar masih kalah dibandingkan dengan Singapura karena itu harus dibuat semacam advokasi atau pengamanan untuk rakyat sehingga tidak kalah bersaing, selain itu kehadiran Badan Ekonomi Kreatif (BEK) juga belum berjalan," jelas politisi Gerindra itu, Jumat (12/6).
Menurutnya, struktur BEK sampai sekarang juga belum berjalan sehingga program anggaran sebesar Rp 1,5 triliun masih mandek. "Kami juga akan terus mendorong pembahasannya jangan sampai dana itu tidak terserap, dimana aseharusnya leading operasionalnya itu adalah Badan Ekonomi Kreatif harus segera berjalan," ujar Sutan Adil.
Dia menambahkan, BEK harus segera berkordinasi dengan Menpan RB untuk percepatan organisasi di tubuh badan itu.
Sutan Adil juga menambahkan, bangsa Indonesia itu memiliki keunggulan budaya dibandingkan negara lainnya. Hal itu dapat menjadi kekuatan untuk mendongkrak ekonomi. "Saya khawatir SDM kita rendah sehingga kita tidak dapat menjadi tuan di negeri sendiri," paparnya.
Oleh karena itu, lanjut Sutan Adil, perlu segera dibuat payung hukum dan menyusun sertifikasi agar SDM Indonesia dapat bersaing ketat dengan SDM luar negeri." Semoga hal ini dapat menjadi bahan masukan kedepan," terangnya.
Indonesia lanjutnya, perlu menyusun produk UU yang dapat melindungi produk dalam negeri dan tenaga kerja. "Tenaga kerja banyak namun sebagian besar berpendidikan rendah tentunya akan kalah dibandingkan SDM luar," tukas Sutan Adil seperti dilansir dari laman
dpr.go.id.
[rus]
BERITA TERKAIT: