Salah satunya, Wasekjen PPP kubu Romi, Arsul Sani yang mengkritik agar SDA lebih fokus menghadapi proses hukum, ketimbang mencampuri urusan kader.
"
Wah, Pak SDA lebih baik fokus pada kasus beliau saja. Kalau masih menjadi tahanan di KPK dan masih
ngurusin soal-soal Pilkada atau kepartaian nanti KPK bisa memberikan hukuman pembatasan hak-hak tersangka," kata Arsul kepada wartawan (Selasa, 9/6).
Lebih lanjut, Arsul mengatakan bahwa pihaknya tidak akan menitipkan kader ke partai rekanan koalisi sebagaimana yang dilakukan kubu Djan. Sebaliknya, kubu Romi, lanjut Arsul, tetap membuka pintu islah selebar-lebarnya untuk menyambut Pilkada serentak secara bersama.
"Kami tidak pernah menutup islah, jadi pintunya kita tetap buka, mungkin kubu sebelah suatu ketika juga sadar bahwa islah yang terbaik atau paling tidak bahwa soal menitip kader di parpol lain itu ternyata tidak semudah mengucapkannya sehingga akan kembali buka pintu islah," sambungnya.
"Ketika jalan islah nanti memang sulit untuk ditempuh, baru kita pikirkan cara alternatif agar dapat mengikuti Pilkada serentak," tandas anggota Komisi III DPR RI itu
.[wid]
BERITA TERKAIT: