Menurut Ruhut, pernyataan Sutan yang mengatakan Ibas memiliki peran dalam proses lelang proyek di SKK Migas saat dipimpin Rudi Rubiandini tidak masuk akal.
"Ini ibarat masuk jurang, (Sutan) belum sampai (jurang) karena masih sampai persidangan. Agar tak sampai jurang, ada akar, kayu, dia pegang. Coba persidangan kemarin, dia ketemu nggak? Jadi nggak usah didebatkan," ujarnya kepada wartawan, Jumat (5/6).
Ia mengklaim apa yang disampaikan Sutan itu sekadar wujud kekecewaannya terhadap Partai Demokra yang tak kunjung membantunya di persidangan.
"Dia mau masuk jurang berharap SBY bela dia, Demokrat bela dia, enggak lah, siapa suruh lo korupsi," ketus anggota Komisi III DPR itu.
Diberitakan proyek pembangunan anjungan lepas pantai (offshore) Chevron di SKK Migas itu telah dimenangkan oleh PT Timas Suplindo. Tetapi, setelah menang dan menunggu tanda tangan dari Rudi Rubiandini, surat tersebut tak kunjung ditandatangani olehnya.
Menurut Sutan, hal itu disebabkan karena Rudi Rubiandini telah ditekan oleh Ibas dan Deni Karmaina selaku Direktur PT Rajawali Swiber Cakrawala yang mengawal PT Saipem Indonesia. Deni adalah salah satu teman Eka Putra di Bima Sena Gedung The Dharmawangsa Jakarta yang tak lain adalah teman dari Ibas.
[wid]
BERITA TERKAIT: