Menurutnya, pernyataan SBY melalui dialog Suara Demokrat yang diunggah ke YouTube beberapa waktu lalu bukan ditujukan kepada PDIP, partai pemerintah saat ini.
Sebelumnya, Ketua Umum Demokrat SBY mengaku partainya mendapat gangguan dari partai politik lain. SBY memang tidak menyebut partai mana yang ia maksud. "Saya ingatkan janganlah begitu. Janganlah menganggu partai lain. Sebab, kalau masih seperti itu, nanti saya akan buka di depan publik. Malu kalau ada partai mengobok-obok partai lain," kata Presiden keenam itu.
Jelas Ruhut, Demokrat dan PDIP adalah dua partai sahabat. Partainya memilih sebagai partai penyeimbang, tidak di kubuh KIH dan bukan juga di kubu KMP.
"Yang obok-obok itu bukan PDIP, mereka teman kami," ujar anggota Komisi III DPR ini dalam sebuah talkshow di salah satu televisi nasional, Jumat (15/5).
Namun Ruhut tidak menyebukan siapa partai yang dimaksud SBY tersebut.
Ruhut menambahkan, PDIP tidak mungkin mengobok-obok partai lain. Pasalnya, PDIP pernah punya sejarah 'dikerjain' di era Orde Baru.
[rus]
BERITA TERKAIT: