"Masih relevankah anggapan Indonesia sebagai negara transito narkoba dengan kondisi di atas?" kata Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa pada acara 'Dialog Pelajar Lawan Narkoba dan Launching Sekolah Antinarkoba" di gedung PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta (Sabtu, 25/4).
Saat ini, lanjutnya, narkoba tidak lagi dipersepsikan dengan kondisi darurat. Melainkan sudah menjelma menjadi teror sekaligus senjata pemusnah massal.
"Indonesia sudah diteror dengan narkoba yang menyerang di semua lini kehidupan dan umur, sehingga menjelma sebagai senjata pemusnah massal yang massif," sambungnya.
Untuk mengatasinya tidak bisa Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Kepolisian saja. Semua elemen masyarakat harus terlibat aktif. Termasuk dari para pelajar, mahasiswa, serta para religious leader semua agama tanpa terkecuali.
'Dengan melibatkan berbagai pihak, optimis penanganan narkoba bisa dilaksanakan dengan baik guna menyelamatkan generasi bangsa. Tentunya, dengan kekuatan doa dari para religious leader mengiri upaya yang dilaksanakan," tandasnya.
[ian]
BERITA TERKAIT: