Menanggapi hal tersebut, Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) mengharapkan keseriusan pemerintah dalam menanganinya.
"Masalah besar ini harus segera diselesaikan oleh pemerintahan Jokowi, tanpa terkecuali anggota Koalisi Indonesia Hebat (KIH) yang merupakan koalisi partai pendukung Jokowi. KAMMI berharap pemerintah dan KIH semakin solid untuk menyelesaikan masalah bangsa," kata Ketua Bidang Kebijakan Publik PP KAMMI Barri Pratama dalam keterangannya, Selasa (31/3).
Barri menjelaskan, KAMMI sadar betul akan tugasnya untuk mengingatkan, baik dengan metode diskusi dan pembangunan opini maupun aksi turun ke jalan. "Semangat KAMMI adalah semangat membangun bangsa. Upaya menyadarkan pemerintah yang lalai ialah salah satu bentuk bentuk nasionalisme KAMMI," lanjutnya.
Lebih lanjut, Barri menyatakan harapan pihaknya bahwa PDIP yang sering digadang-gadang sebagai partai wong cilik beserta anggota KIH lainnya, yakni Partai Nasdem, Partai Hanura, dan PKB membuktikan keberpihakannya kepada kebutuhan wong cilik.
"KAMMI meyakini setiap kebijakan pemerintah tidak akan terlepas dari koalisi partai pengusung. Di luar partai, Presiden Jokowi sendiri memiliki pendukung setia yang merupakan para relawan pada Pilpres 2014 kemarin. Sayangnya, satu semester perjalanan pemerintah sekarang, malah wong cilik yang 'kena batu'nya," tutupnya.
Dengan tujuan mendorong kekompakan dan kesolidan pemerintah dan KIH tentunya, KAMMI terus menyuarakan ultimatum Jokowi kepada masyarakat. Agar perbaikan segera dilakukan pemerintah dan rakyat kecil tidak menjadi korban.
[rus]
BERITA TERKAIT: