"Tidak heranlah (Romy mau banding). Durhaka aja ke Mbah Mun (Kiai Maimun Zubair) dia yakin," ujar Wakil Ketua Umum DPP PPP versi Muktamar Jakarta, Fernita Darwis kepada redaksi, Kamis (26/2).
Untuk diketahui, di kubu Djan Faridz ada Kiai Maimun Zubair dan Suryadharma Ali (SDA). Dan beberapa waktu lalu, SDA juga sempat kecewa dengan Romy yang menggelar muktamar tandingan, dan 'memberhentikannya' dari ketua umum PPP. Ia menyebut Romy seperti Malin Kundang, anak durhaka.
Fernita sebelumnya mengungkapkan, pihaknya tidak bisa menahan atau melarang kubu Romy untuk tidak banding. Namun ia menggarisbawahi, dengan putusan PTUN menunjukkan Muktamar PPP versi Jakarta lah yang sah, dan Muktamar PPP versi Surabaya oleh kubu Romy adalah abal-abal.
Kemarin (Rabu, 25/2), PTUN mengabulkan gugatan kubu Djan Faridz, dengan membatalkan SK Menteri Hukum dan HAM tertanggal 28 Oktober 2014 tentang Pengesahan DPP PPP yang dipimpin Ketua Umum Romahurmuziy. Menkum HAM sebelumnya memutuskan kepengurusan tersebut berdasarkan Hasil Muktamar PPP di Surabaya tanggal 15-18 Oktober 2014.
[rus]
BERITA TERKAIT: