PDIP: Presiden Harus Hati-hati...

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Senin, 16 Februari 2015, 05:53 WIB
PDIP: Presiden Harus Hati-hati...
joko widodo/net
rmol news logo . Hubungan Presiden Jokowi dan PDI Perjuangan sebagai partai pendukung utama pemerintah sempat terkesan renggang beberapa waktu terakhir, akibat polemik calon kapolri.

Meski belum menyampaikan secara gamblang, presiden terkesan tidak ingin melantik Budi Gunawan sebagai kapolri pasca KPK menetapkan status yang bersangkutan sebagai tersangka. Sikap itu terlihat dengan langkah presiden membentuk Tim 9 yang diketuai Syafi'i Ma'arif. Tim yang bertugas memberi masukan dan rekomendasi itu relatif berisi orang-orang yang selama ini menolak BG untuk dilantik.

Terkait kesan kerenggangan hubungan tersebut, politisi PDIP Hendrawan Supratikno menyatakan itu tidak sepenuhnya benar. Menurut dia, hal tersebut lebih pada kesan yang muncul di publik.

Buktinya, kata Hendrawan, dalam pertemuan terakhir di Solo, dua hari lalu (Sabtu, 14/2), Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri bersama para petinggi partai Koalisi Indonesia Hebat (KIH) lainnya tampak akrab dengan Jokowi.

Dia kemudian menuding ada pihak-pihak yang memang sengaja membentur-benturkan PDIP maupun KIH secara umum dengan presiden. Tujuannya, kata dia, tentu untuk menjauhkan Jokowi dengan kekuatan politik pendukungnya.

"Presiden harus hati-hati soal ini, ini ilmu politik paling elementer," saran Hendrawan yang juga anggotad dewan ini (Senin, 16/2) dilansir dari JPNN. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA