Seorang analis dari Indonesia, wartawan spesialis penerbangan Dudi Sudibyo memperkirakan hal itu terjadi karena pesawat tidak mengalami kerusakan struktur seperti yang dibayangkan.
"Analisa saya, ELT tidak berfungsi karena tidak ada benturan besar dalam pendaratan darurat," ujarnya seperti dikutip dari
Malaysian Insider.
Dari sudut pandang ini, pilot QZ8501, Kapten Iriyanto yang pernah menjadi penerbang di TNI Angkatan Udara, kemungkinan besar berhasil mendarat darurat di atas laut.
Mantan Kepala Staf TNI AU Chappy Hakim juga menyimpulkan, pesawat tidak meledak di udara. Juga tidak mengalami kerusakan serius saat mendarat di atas permukaan air.
Adapun mantan Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal yang kini merupakan salah seorang komisaris PT Garuda Indonesia mengatakan, penemuan pintu darurat memperlihatkan indikasi bahwa ada yang membukanya.
Kemungkinan sekali di saat awak pesawat mempersiapkan peralatan yang dapat digunakan penumpang untuk keluar, pesawat dihantam oleh gelombang besar, dan kemudian karam.
Terlepas dari teori ini, Dudi Sudibyo mengatakan, penjelasan paling detil hanya bisa didapatkan dari kotak hitam.
[dem]
BERITA TERKAIT: