Ide itu diungkapkan oleh Wakil Sekretaris Jenderal PPP versi Romy, Arsul Sani. Pria yang dulunya anggota Fraksi PKS itu mengatakan bahwa dalam proses islah ada sebuah
take and give yang terjalin. Hal itu dilakukan untuk memperlancar proses penyatuan partai.
"Karena politik itu tidak bisa satu tambah satu sama dengan dua. Harus ada penawaran dan penerimaan," terangnya.
Salah satu penawaran yakni akan mengakomodir kubu Djan untuk duduk di kepengurusan Romy. Namun, dia mengatakan, jabatan yang ditawarkan bukan jabatan di luar partai. Namun di internal partai. Seperti wasekjen atau sekjen.
"Untuk jabatan di luar partai seperti jadi menteri atau dubes itu tidak bisa dilakukan. Karena itu kewenangan pemerintah," paparnya seperti dikutip
JPNN.
[ian]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: