Salah satu cara yang dilakukan pemerintah menyelesaikan pekerjaan rumah itu adalah dengan program "kartu sakti" Presiden Jokowi seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS), dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), yang tahun depan akan menyasar 96,4 juta jiwa. Khusus KIS menyasar 16,8 juta Rumah Tangga Sasaran.
Begitu kata Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa di puncak peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) di Kota Jambi, sebagaimana keterangan tertulis yang diterima Kantor Berita Politik
RMOL (Sabtu, 20/12).
"Target KIP 19 juta siswa usia sekolah, Program Keluarga Harapan (PKH) 4 juta keluarga sangat miskin. Penguatan melalui kartu tersebut, harus dimaknai tidak sebatas bantalan sosial saja, melainkan mengukuhkan generasi bangsa," tandasnya.
Melalui program-program tersebut, anak usia terdidik bisa sekolah, terjaga fisiknya karena dikontrol kesehatannya, serta mandiri karena ditopang usaha ekokomis produktif. Semangat kesetiakawanan sosial agar dijadikan benteng untuk ketahanan sosial warga.
HKSN tahun ini bertajuk "Bersatu untuk Sesama". Bersatu, berarti segenap komponen bangsa bisa saling bekerjasama, membantu, peduli dan menyelesaikan permasalahan sosial. Sesama, berarti memandang masyarakat Indonesia secara keseluruhan adalah sama dan menciptakan rasa keadilan sosial.
Rangkaian kegiatan antara lain: Seminar Kesetiakawanan Sosial Nasional (KSN); Bulan Bhakti Kesetiakawanan Sosial; Pengusulan penghargaan, satyalancana kebaktian sosial dan piagam kesetiakawanan sosial; Pembangunan karakter bangsa; Pembentukan Satgas Kesetiakawanan Sosial; Serta puncak HKSN yang dilaksanakan di pusat dan di daerah.
[ian]
BERITA TERKAIT: