Guru Belum Siap, Komisi X Dukung Kurikulum 2013 Distop

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Selasa, 09 Desember 2014, 16:15 WIB
Guru Belum Siap, Komisi X Dukung Kurikulum 2013 Distop
rmol news logo Penghentian Kurikulum 2013 (K13) oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Dasar dan Menengah Anies Baswedan disambut baik Komisi X. Alasannya, penerapan K13 belum siap diimplementasikan.

Begitu kata anggota Komisi X,Teguh Juwarno usai diskusi di Pressroom DPR, Senayan, Jakarta (Selasa, 9/12).

"Guru belum siap, buku masih kurang dari 50 persen yang didistribusi," ujar Wasekjen DPP PAN itu.

Menurutnya, K13 terlalu dipaksakan. Target dua tahun penerapan K13 di seluruh sekolah di Indonesia sangat tidak masuk akal. Kata Teguh, di negara maju sekalipun, butuh waktu lima tahun untuk mengimplementasikan kurikulum baru.

"K13 cacat regulasi, janganlah anak didik kita dijadikan kelinci percobaan," tandasnya.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Dasar dan Menengah Anies Baswedan  secara resmi menghentikan pelaksanaan kurikulum 2013 dan mengembalikan kurikulum ke tahun 2006 untuk semester genap 2014-2015, di seluruh Indonesia.

Meski telah dihentikan, namun Anies mengatakan bahwa kurikulum akan diperbaiki dan dikembangkan melalui sekolah-sekolah yang sudah tiga semester menerapkan K13.[wid]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA