Tapi, kata Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, presiden perlu mencermati bahwa di dalam forum itu, asing juga sedang membaca Indonesia secara komprehensif, termasuk mengenai isu keamanan dan garis pantai.
"Efek pidato itu perlu dielaborasi. Saya kaget karena presiden sudah pidato di luar dulu. Kita di dalam negeri belum denger, mereka di luar udah," ujarnya saat ditemui di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Kamis, 13/11).
Lebih lanjut, Fahri mengingatkan bahwa Indonesia pernah mengalami kehilangan pulau-pulau. Untuk itu, presiden harus menjabarkan ke publik mengenai maksud presiden membuka
roadmap Indonesia dengan sangat terbuka.
"Apakah juga kita siap mengantisipasi? kalau antisipasi tidak dipersiapkan itu berbahaya," tandas politisi PKS itu.
[wid]
BERITA TERKAIT: