Terbukti, KMP dan KIH Sama-sama Haus Kekuasaan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Selasa, 11 November 2014, 09:50 WIB
Terbukti, KMP dan KIH Sama-sama Haus Kekuasaan
gedung dpr/net
rmol news logo . Koalisi Merah Putih (KMP) dengan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) akhirnya islah alias berdamai kemarin (Selasa, 10/11). KMP mengakomodir KIH di dalam alat kelengkapan dewan (AKD) tanda ada perubahan, KIH akan mendapatkan lebih dari 16 kursi AKD tanpa dilakukan penambahan AKD.

Jumlah pimpinan AKD menjadi satu orang ketua plus empat orang wakil ketua, berubah dari sebelumnya tiga wakil ketua. Perubahan ini akan dimuat dalam revisi tata tertib dan Undang-Undang tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD (MD3) yang diharapkan selesai sebelum 5 Desember 2014.

Mengamati 'kongkalikong' KMP dengan KIH ini, dosen ilmu politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Pangi Syarwi Chaniago (Ipang) mengatakan, terbukti dua kubu di Parlemen itu sama-sama haus kekuasaan.

"Jelas, KMP dan KIH sama-sama kepentingannya adalah kekuasaan. Kekuasaan KIH diakomodir, dan kekuasaan KMP tidak berkurang," jelas Ipang kepada RMOL, Sealsa (11/11).

Ia menerangkan, konflik yang selama ini terjadi di Senayan antara KMP dan KIH semakin membuktikan karena alasan kukuasaan, bukan karena kinerja apalagi untuk memperjuangkan aspirasi rakyat.

"Islah ini adalah jalan tengah dan kompromi bagi-bagi kekuasaan," ujar Ipang.

Peneliti Nusantara Institute ini menambahkan, alasan KMP mau mengakomodir KIH di pimpinan AKD, agar KIH tidak mengganggu dan membuat keributan lagi di Parlemen, seperti membentuk DPR tandingan. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA