Tahu Diri, PPP Tak Pernah Minta Jatah Menteri

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Senin, 20 Oktober 2014, 03:12 WIB
Tahu Diri, PPP Tak Pernah Minta Jatah Menteri
Fadly Nurzal/net
rmol news logo . Presiden dan Wapres terpilih Jokowi-JK menyambut baik dukungan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), untuk lima tahun pemerintahan mereka.

Sabtu malam (18/10) kemarin, Ketua Umum DPP PPP M Romahurmuziy (Romi) bersama politisi PPP lainnya menemui Jokowi dan JK di kediaman masing-masing. Agendanya adalah memberitahukan hasil Muktamar Surabaya, yang menetapkan Romi jadi ketua umum, dan PPP akan bergabung dan mendukung pemerintahan Jokowi-JK.

Ketua DPW PPP Sumatera Utara, Fadly Nurzal yang ikut rombongan bertemu Jokowi mengatakan, pertemuan itu juga jadi ajang silaturrahmi.

"Kemuadian kami juga mengucapkan selamat kepada Pak Jokowi yang akan dilantik jadi presiden," kata Fadly kepada redaksi, Senin (20/10).

Anggota DPR ini menerangkan, dalam pertemuan dengan Jokowi tersebut, tidak ada menyinggung soal jatah menteri untuk PPP.

"Tidak ada bahas menteri. Itu hak prerogatif presiden," terangnya.

Fadly menambahkan, sebagai partai pendukung Jokowi-JK di pertengahan jalan, mereka tahu diri. Yakni tidak akan pernah minta jatah menteri.

"Kami tidak akan minta menteri. Kami tahu diri. Tapi kalau pak Jokowi yang minta, kami siap menyerahkan kader terbaik partai," Fadly Nurzal. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA