Demikian disampaikan Anggota DPR RI dari Fraksi Nasdem, Mahardhika Soekarnoputra alias Didi Soekarno kepada redaksi sesaat lalu, Kamis (9/10).
Cucu Bung Karno ini menjelaskan, semua perbedaan tersebut mencerminkan dinamika pendidikan politik di alam demokrasi untuk membangun NKRI.
"Memang proses pendidikan politik tidak bisa instan melainkan dengan pendidikan dan pemberdayaan kepada stake holder," ujar Didi Soekarno.
Menurutnya, sebagai seorang politikus sudah selayaknya anggota di parlemen berperilaku seperti itu. Tetapi ketika sudah masuk di dalam sidang yang membahas masalah rakyat, maka sudah selayaknya sikap kenegarawanan sangat dibutuhkan.
"Sikap kenegarawanan untuk membangun bangsa dan negara ini. Bangsa ini membutuhkan banyak negarawan bukan banyak politisi yang hanya mementingkan kepentingan kelompok dan golongannya," ungkap Didi Soekarno.
Putra dari Rachmawati Soekarnoputri ini menambahkan, KMP dan KIH adalah anak bangsa yang sudah seharusnya bisa duduk bareng membahas masalah kenegaraan. Dengan demikian maka tidak ada kata lain selain bangsa ini dibangun dengan dengan rasa kenegaraan dan kebangsaan.
"Seperti yang dikatakan Bapak Bangsa (Bung Karno) yakni; 'matahari tidak terbit karena ayam berkokok, tetapi ayam jantan berkokok karena matahari terbit'," demikian Didi Soekarno.
[rus]
BERITA TERKAIT: