Berdasarkan hasil voting, paket Koalisi Merah Putih mendapatkan 347 suara. Sedangkan, paket yang diusung Koalisi Indonesia Hebat memperoleh 330 suara dengan satu suara dinyatakan abstain. Dengan kekalahan tipis KIH itu maka harapan Oesman Sapta alias OSO jadi orang nomor satu lembaga tinggi negara tersebut praktis kandas.
Staf Khusus Presiden, Andi Arief mengatakan, hampir saja biduk Indonesia tergelincir. Menurut dia, pimpinan KIH telah melakukan langkah pragmatisme politik dengan mengusung OSO sebagai ketua MPR.
"Manuver beresiko tinggi yang dilakukan Megawati, Surya Paloh, Wiranto dan Muhaimin Iskandar Cak Imin dengan mempercayakan ketua MPR pada figur 'sangat kontroversial' bukan hanya pragmatism, tetapi contoh kecil bagaimana negeri ini akan diperlakukan lima tahun ke depan," kritik Andi Arief.
Andi Arief pun mengingatkan, sangat berbahaya jika semua orang akan dianggap menjadi baik jika masuk Koalisi Indonesia Hebat.
[wid]
BERITA TERKAIT: