Irgan: Banting Kursi Tidak Masalah, Tapi Jangan Naik Meja Pimpinan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Jumat, 03 Oktober 2014, 07:31 WIB
Irgan: Banting Kursi Tidak Masalah, Tapi Jangan Naik Meja Pimpinan
Irgan Chairul Mahfiz /net
rmol news logo . Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Irgan Chairul Mahfiz mengatakan dalam sidang di parlemen ada aturannya. Apalagi lembaga itu adalah lembaga tinggi negara yang terhormat.

Menurutnya, kalau mau protes silakan saja. Namun itu ada batasnya, di depan meja pimpinan. Jangan sampai naik ke meja pimpinan sidang.

"Bagi saja, banting kursi juga nggak ada masalah. Tapi kalau naik ke meja pimpinan, pegang-pegang, pijat-pijat, ini tidak boleh, kurang pas," kata Irgan dalam wawancara di Tv One, Jumat (3/10).

Selain melanggar tata tertib dewan, tindakan itu, ungkap Irgan, bagian dari kurangnya etika, selama ini budaya timur yang sopan dan santun sangat melekat kepada orang Indonesia.

"Jadi jangan masuk zona pimpinan. Menurut saya bisa saja dia tidak tahu auran, atau dia lagi manfaatkan panggung politik," ujar Anggota Fraksi PPP DPR RI ini.

Ke depan, Irgan berharap, semua anggota dewan harus sama-sama menjaga marwah parlemen, sembari paham etika dan mempelajari protokol kedewanan.

Sidang paripurna pemilihan pimpinan DPR Rabu malam sampai Kamis dinihari kemarin, diramaikan oleh hujan interupsi dan kericuhan. Anggota DPR dari PDIP, Yulian Gunhar naik sampai ke meja pimpinan sidang. Yulian bahkan sempat mencium pipi dan memijat bahu Utje Popong Djundjunan, yang saat itu menjadi pimpinan sidang sementara. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA