Tercatat, hingga sekarang KMP telah menang atas PDIP dengan skor 4-1. KMP memenangkan empat pertarungan politik; RUU MD3, tata tertib DPR, pemilihan pimpinan BPK dan RUU Pilkada. Sementara kubu Jokowi-JK baru menang satu, yaitu pertatungan pilpres.
Dosen ilmu politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Pangi Syarwi Chaniago (Ipang) mengatakan, problemnya ada pada sosok Megawati sendiri. Menurutnya, sulitnya parpol KMP bergabung ke koalisi Jokowi-JK karena kakunya komunikasi Megawati.
"Berbicara komunikasi politik cukup hanya menyakinkan elite penentu di sebuah parpol, tidak perlu menyakinkan anggota parpol atau kader parpol, cukup melakukan komunikasi politik dengan ketua umum parpol," kata Ipang kepada RMOL, Selasa (30/9).
Jelas Ipang, hal itu yang belum dilakukan Megawati. Ia pun mengusulkan, agar Megawati melakukan pertemuan dengan ketua umum yang di KPM, seperti PAN, PPP dan Demokrat yang sudah memberikan sinyal. (Baca:
Megawati Harus Ngopi Bareng dengan Ketum PPP, PAN dan Demokrat)
"Untuk mencairkan bisa lewat ngopi bareng atau ngumpul dengan ketua umum sebuah parpol. Menurunkan gengsi politik nggak apa-apa dan nggak masalah demi berjalannya pemerintahan Jokowi-JK dengan mulus," tandasnya.
[rus]
BERITA TERKAIT: